Kabupaten
Pekalongan, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Kantor pemerintahan yang berada di
Kota Kajen . Kabupaten ini
berbatasan dengan Laut Jawa dan Kota
Pekalongan di utara, Kabupaten
Batang di timur, Kabupaten Banjarnegara di selatan, serta Kabupaten Pemalang di barat.
Pekalongan
berada di jalur pantura
yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya.
Angkutan umum antarkota dilayani oleh bus dan kereta api (di Kota Pekalongan).
Kata Pekalongan
berasal kata kalong, yang berarti "kelelawar"
dalam bahasa Jawa.
Menurut legenda,
Raden Bahu, seorang abdi dalem Sultan Agung,
pernah melakukan tapa ngalong (bertapa seperti kelelawar) di daerah ini.
Bagian utara
Kabupaten Pekalongan merupakan dataran rendah; sedang di bagian selatan berupa
pegunungan, bagian dari rangkaian Dataran Tinggi Dieng. Sungai-sungai besar
yang mengalir diantaranya adalah Kali Sragi dan Kali Sengkarang beserta
anak-anak sungainya, yang kesemuanya bermuara ke Laut Jawa.
Kajen, ibukota Kabupaten Pekalongan, berada di bagian tengah-tengah wilayah
kabupaten, sekitar 25 km sebelah selatan Kota Pekalongan.
Kabupaten
Pekalongan terdiri atas 19 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 272 desa dan 13 kelurahan.
Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Kajen.
Kajen, dulunya
merupakan kota
kecamatan yang telah dikembangkan menjadi ibukota kabupaten yang baru,
menggantikan Pusat Pemerintahan Kabupaten Pekalongan yang berlokasi di Jl.
Nusantara Nomor 1 Kota Pekalongan. Kepindahan Ibukota Kabupaten
Pekalongan ke Kajen, dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2001, walaupun SK
mendagri sudah diterbitkan pada tahun 1996. Hal ini terkait dengan pembangunan
sarana dan prasarana fasilitas pemerintah di Kota Kajen yang dilaksanakan
secara bertahap.
Pekalongan telah
lama dikenal sebagai kota
batik, dan salah satu pusat produksi batik berada di Kecamatan Buaran dan Wiradesa. Beberapa nama produsen batik
yang cukup dikenal diantaranya Batik Humas (singkatan dari Husein Mohammad
Assegaff). Sedangkan pabrik sarung (kain palekat) terkenal di Pekalongan antara
lain Gajah Duduk dan WadiMoor.
Di bagian
selatan terdapat daerah wisata pegunungan Linggo Asri, terletak 37
km sebelah selatan Kota Pekalongan arah Kajen (dari jalan Jakarta-Semarang
pertigaan Wiradesa ke selatan atau dari kota
Pekalongan arah Buaran), dimana daerah tersebut terdapat pemandian dan taman
bermain seta wisata hutan pinus milik Perum Perhutani.
dan juga
terdapat komunitas masyarakat Hindu di Pekalongan.Disini terdapat peninggalan berupa lingga
dan yoni yang terletak sekitar 500 meter dari kompleks pemandian linggo asri.
Kemudian wilayah
selatan bagian tengah juga terdapat wisata kabalong yang tersusun dari beberapa
desa (Karanggondang, limBAngan, dan loLONG) sehingga menjadi nama kabalong. Wisata
kabalong menyuguhkan berbagai macam jenis wisata. Khususnya di desa lolong memiliki
banyak potensi wisata diantaranya:
- wisata kuliner (durian lolong) yang merupakan ikon wisata kabalong. Setiap setahun sekali, wisata durian lolong dimeriahkan dengan adanya festival durian tiban lolong. Pengunjung disuguhkan berbagai jenis, rasa, warna dan bentuk durian untuk dinikmati sepuasnya dengan merogoh kocek yang cukup terjangkau namun kepuasan tidak terbatas. Duuuuchhhh nikmatnya!!!!! Hehehehe……..
- wisata sejarah (jembatan batu lolong / kali lolong ) yang merupakan peninggalan sejarah belanda pada jaman penjajahan. Jembatan batu tersebut juga pernah dipopulerkan oleh penyanyi legendaries Ebiet G Ade dengan judul lagunya lolong yang terinspirasi dari jembatan batu dan alam disekitarnya yang sangat asri.
- wisata air (sungai sengkarang). Di sungai sengkarang ini pengunjung dihiasi oleh keindahan alam disekitarnya yaitu perkebunan durian, persawahan, batu-batu besar yang cukup memukau dan cocok untuk berfoto ria n narcis abis.
- Yang tidak kalah menarik yaitu disediakannya perahu karet sehingga pengunjung yang gemar akan tantangan dapat menguji nyali dengan berarung jeram mengarungi aliran sungai hingga sepanjang 5 km. Adapun untuk pengunjung yang takut dengan kondisi air (anti air alias tidak bisa berenang) dapat menguji nyali dengan motor trail-nya di kawasan hutan yang sangat terjal namun dapat dikondisikan.
Sebenarnya masih
banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan di Kabupaten Pekalongan, antara
lain, wisata
alam watu ireng, lambur-kandangserang, Pantai Sunter Depok,
Ekowisata Petungkriyono, Wisata Air, Wisata hutan, Wisata budaya dll. Pekalongan
masih menunggu investor yang ingin mengembangkan obyek wisata ini.
Buat penikmat makanan, Pekalongan menyediakan wisata
kuliner berupa Taoto dan nasi megono, Taoto adalah sejenis soto yang dibuat
dengan kuah taoco dan dengan daging serta jerohan kerbau. Sedang megono adalah
cacahan nangka muda yang dibumbui parutan kelapa dan dikukus yang cocok buat
dinikmati saat masih panas.